IAKN Ambon, sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas, terus berinovasi dalam menyediakan berbagai media pembelajaran yang relevan dan efektif. Salah satu upaya tersebut adalah kegiatan “Studi Kejemaatan dan Pembekalan Laboratorium Berteologi” yang dilaksanakan oleh Program Studi Teologi, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK). Kegiatan ini, yang berlangsung pada 18 hingga 20 November 2022, dihadiri oleh pimpinan, dosen, serta mahasiswa Program Studi Teologi, dan dibuka secara resmi oleh Dekan FISK, Febby N. Patty, D.Th., M.Th., di ruang Multimedia FISK.
Kegiatan ini memiliki tujuan yang sangat penting bagi pengembangan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang teologi dan pelayanan gereja. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti beberapa tahapan yang meliputi observasi langsung ke Jemaat GPM Airlouw, pelatihan analisis sosial (ansos) dan Pelatihan Fasilitator Gereja (PFG). Fasilitator dalam kegiatan ini termasuk Dr. Alce A. Sapulette, M.Si (Dosen IAKN Ambon), Pdt. Riko Rikumahu (Ketua Klasis GPM Pulau Ambon), Pdt. Neles Pattikawa (Ketua Majelis Jemaat GPM Jemaat Airlouw), dan Dian F. Nanlohy, M.Pd.K. (Kaprodi Teologi). Selain itu, peserta juga diwajibkan untuk membuat laporan hasil studi kejemaatan yang nantinya akan diserahkan ke Program Studi Teologi untuk analisis lebih lanjut.
Menurut laporan dari ketua panitia, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., kegiatan ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa pemahaman yang lebih mendalam mengenai konteks pelayanan gereja dan masyarakat sebagai lapangan belajar yang sesungguhnya. Dengan pengalaman tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan nyata, baik dalam gereja maupun di masyarakat. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis berbagai persoalan riil yang terjadi di dalam jemaat dan masyarakat serta membangun pemahaman yang lebih baik tentang cara pandang teologi.
Pentingnya kegiatan ini dijelaskan pula oleh Dekan FISK, Febby N. Patty, D.Th., M.Th., dalam sambutannya. Beliau menekankan bahwa studi kejemaatan ini bukan hanya sebagai sarana pembelajaran, tetapi juga sebagai pengalaman langsung dan sumber teologi. Dalam konteks ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori-teori teologi, tetapi juga tentang pergulatan umat, permasalahan yang dihadapi oleh jemaat, serta cara pandang teologi yang menjadi kekuatan bagi mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, dengan memahami tantangan dan ketahanan umat yang terus beradaptasi dengan perubahan zaman, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih holistik dan mendalam.
Lebih lanjut, Dekan FISK berharap kegiatan ini dapat membekali mahasiswa dengan berbagai keterampilan akademis, baik dari sisi teori maupun praktik. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan dapat mengasah kemampuan analitik mereka dalam memahami permasalahan yang terjadi di masyarakat. Pengalaman lapangan ini diyakini akan memperkaya wawasan mahasiswa dan memberikan keterampilan yang lebih aplikatif, terutama dalam konteks pelayanan gereja dan masyarakat.
Studi kejemaatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai kehidupan jemaat, serta memperkenalkan mereka pada berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat Kristen. Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan visi IAKN Ambon untuk mempersiapkan mahasiswa yang tidak hanya cakap dalam bidang akademis, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, kegiatan “Studi Kejemaatan dan Pembekalan Laboratorium Berteologi” ini menjadi salah satu langkah konkret yang diambil oleh IAKN Ambon untuk meningkatkan kualitas sumber daya mahasiswa. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang melibatkan praktik langsung di lapangan, mahasiswa tidak hanya akan memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dalam pelayanan gereja dan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk membekali mahasiswa dalam menjalani tugas mereka sebagai pelayan di gereja dan masyarakat.
Melalui program semacam ini, IAKN Ambon menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang mumpuni, tetapi juga memiliki pemahaman dan keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat.










