rri ambon

Kerjasama Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon dengan RRI Ambon: Edukasi Mitigasi Bencana untuk Generasi Milenial

Pada tanggal 28 November 2019, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar sebuah acara penting yang menandai langkah awal kerjasama yang erat antara FISK dan Radio Republik Indonesia (RRI) Ambon. Bertempat di halaman Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan (FIPK), acara yang bertajuk “RRI Goes To Campus” ini tidak hanya menyuguhkan dialog publik, tetapi juga menjadi saluran edukasi melalui media massa yang terhubung langsung dengan masyarakat, khususnya generasi milenial.

Dihadiri oleh berbagai elemen civitas akademika FISK, seperti Dekan, Wakil Dekan, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, pegawai, serta mahasiswa, acara ini diselenggarakan dalam bentuk diskusi publik yang mengangkat tema “Edukasi Mitigasi Bencana untuk Generasi Milenial.” Tema ini sangat relevan mengingat pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana yang kini menjadi isu global yang tak terhindarkan. Dengan disiarkan secara langsung di Pro 2 FM 98.4 RRI Ambon, acara ini mendapat perhatian luas dari pendengar yang juga turut serta dalam mendalami topik krusial ini.

Dekan FISK, dalam sambutannya, menyatakan bahwa acara ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan menggandeng RRI Ambon, FISK mengambil langkah inovatif dalam menggunakan media sebagai sarana untuk menyebarluaskan pengetahuan yang bermanfaat, khususnya terkait dengan mitigasi bencana. “Melalui acara ini, kita berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada generasi milenial tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi mereka untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat,” ujar Dekan FISK.

Kerjasama ini juga dianggap sebagai langkah awal menuju pembentukan Memorandum of Understanding (MoU) antara FISK IAKN Ambon dengan RRI Ambon. MoU ini diharapkan dapat mempererat hubungan kedua institusi dalam rangka mengoptimalkan pengembangan pendidikan dan sosial melalui media massa. Sebagai bagian dari rencana jangka panjang, FISK dan RRI Ambon berencana untuk melakukan berbagai kegiatan bersama yang bertujuan untuk mendukung pencapaian tujuan akademik dan sosial.

Dalam acara yang berlangsung, terdapat tiga narasumber yang sangat kompeten di bidangnya, yaitu Nathalia Lusiana Tehuayo, S.Pd., seorang praktisi penanggulangan bencana, serta dua dosen IAKN Ambon, Marlin Ch. Laimeheriwa, M.Phil dan Junita Sipahelut, S.Psi., M.P.Si, Psikolog. Ketiganya berbagi wawasan tentang bagaimana generasi milenial dapat dilibatkan dalam upaya mitigasi bencana. Selain itu, pentingnya pemahaman psikologi dalam menghadapi bencana juga menjadi salah satu topik yang dikupas dalam diskusi tersebut.

Host acara, Jo Sorui, yang juga pembawa acara di RRI Ambon, dengan cekatan memandu jalannya dialog yang penuh informasi. Interaksi antara narasumber dan peserta diskusi semakin memperkaya pemahaman tentang upaya mitigasi bencana yang efektif, serta pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengurangi risiko yang ditimbulkan bencana.

Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia, FISK IAKN Ambon terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media massa seperti RRI Ambon. Dengan adanya acara ini, diharapkan mahasiswa dan masyarakat pada umumnya dapat lebih siap dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi, dan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil.

Melalui kerjasama ini, FISK IAKN Ambon tidak hanya berhasil menyampaikan pesan edukasi, tetapi juga memperluas jangkauan pengaruhnya dalam bidang pendidikan sosial melalui media. Seiring dengan rencana penandatanganan MoU antara kedua pihak, harapannya akan tercipta berbagai kegiatan kolaboratif lainnya yang membawa manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam upaya menciptakan generasi milenial yang lebih peduli dan tangguh dalam menghadapi bencana.

Facebook
Twitter
LinkedIn