pkm hulaliu

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Jemaat GPM Hulaliu

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari civitas akademika dalam memberdayakan masyarakat, khususnya di bidang sosial keagamaan. Salah satu kegiatan pengabdian yang patut diapresiasi baru-baru ini adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Prodi Teologi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, dengan tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Jemaat GPM Hulaliu” pada tanggal 6-8 Oktober 2021. Kegiatan ini diadakan di Jemaat GPM Hulaliu, Klasis Pulau-Pulau Lease, yang melibatkan 12 dosen dan 3 mahasiswa sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam pelayanan gereja.

Kegiatan PkM ini merupakan hasil kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu sosial keagamaan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang ada di Jemaat GPM Hulaliu. Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan perangkat pelayan gereja dan fasilitator yang ikut serta dalam menyusun dan merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan jemaat.

Proses persiapan dimulai pada 21 September 2021 dengan sebuah diskusi daring yang dipimpin oleh Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K., untuk menggali lebih dalam mengenai kebutuhan Jemaat GPM Hulaliu. Diskusi ini menghasilkan kerangka kegiatan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan jemaat, sehingga pengabdian ini bisa memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat setempat.

Kegiatan PkM ini dilaksanakan dalam empat tahapan yang masing-masing memiliki tujuan dan manfaat yang jelas untuk peningkatan kualitas SDM jemaat. Tahapan pertama adalah sosialisasi pengetahuan tentang perangkat pelayan gereja dalam bidang pendampingan pastoral dan parenting. Melalui sesi ini, peserta diberikan pengetahuan dasar mengenai pelayanan gereja serta pentingnya pendampingan pastoral dalam kehidupan spiritual jemaat. Para pelayan gereja dilatih untuk memahami peran mereka dalam memberikan dukungan rohani kepada jemaat, terutama dalam hal pengasuhan dan pendampingan keluarga.

Tahapan kedua adalah pelatihan pendampingan yang mengulas tentang sejarah gereja, spiritualitas, dan cara penyampaian khotbah yang efektif. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai hakikat pelayanan gereja dan pentingnya penyampaian pesan spiritual yang jelas dan berdampak bagi jemaat. Para peserta diajarkan bagaimana mengkomunikasikan ajaran agama secara efektif, baik dalam konteks historis maupun spiritual.

Tahapan ketiga adalah peningkatan keterampilan pelayanan di Sekolah Minggu dan pengembangan alat peraga serta psikologi pengasuh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi anak-anak di Sekolah Minggu, yang merupakan salah satu bagian penting dalam pembinaan iman generasi muda. Dengan pelatihan tentang psikologi pengasuh dan penggunaan alat peraga yang tepat, diharapkan para pengasuh dapat lebih efektif dalam menyampaikan materi pembelajaran dan membantu perkembangan spiritual anak-anak.

Tahapan keempat adalah sosialisasi tentang keberagaman dan Hak Asasi Manusia (HAM). Materi ini diberikan untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar jemaat dan masyarakat sekitar. Melalui pemahaman tentang keberagaman dan nilai-nilai HAM, peserta diharapkan dapat lebih menghargai perbedaan dan memperkuat rasa nasionalisme. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga keharmonisan dalam kehidupan beragama dan sosial, serta menumbuhkan sikap moderat dalam beragama yang menghormati nilai-nilai lokal genius yang ada di masyarakat.

Salah satu fokus utama dari kegiatan PkM ini adalah menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar jemaat dan masyarakat melalui pemahaman yang lebih dalam tentang keberagaman dan HAM. Dengan adanya pelatihan dan sosialisasi ini, diharapkan para peserta dapat mengembangkan sikap inklusif dan lebih terbuka terhadap perbedaan, baik dalam konteks agama, suku, maupun budaya. Lebih jauh lagi, kegiatan ini juga mendukung upaya pemerintah dalam membangun moderasi beragama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan perdamaian di tengah-tengah masyarakat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencerminkan komitmen Prodi Teologi IAKN Ambon dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang sosial keagamaan. Melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan perangkat gereja, kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif bagi jemaat GPM Hulaliu, serta memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan tugas pelayanan gereja yang lebih efektif dan bermakna.

Dengan pelaksanaan kegiatan PkM yang sukses ini, diharapkan semakin banyak kegiatan serupa yang dapat diadakan untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan dan pengembangan kualitas SDM yang berbasis pada nilai-nilai agama dan budaya lokal. Ini adalah bukti nyata bahwa Prodi Teologi IAKN Ambon terus berperan aktif dalam memajukan masyarakat dan mempererat hubungan antar sesama umat beragama di Maluku.

Facebook
Twitter
LinkedIn