Prestasi non-akademik kembali diperoleh mahasiswa Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, kali ini datang dari Virginia Eunike Noya, mahasiswa Prodi Teologi. Dalam ajang Lomba Vlog Museum Siwalima Ambon yang diadakan pada Juni hingga Juli 2020, Virginia berhasil meraih Juara II dengan vlog berjudul “Ayo Hidupkan Museum di Tengah Pandemi Covid-19.” Prestasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa mahasiswa IAKN Ambon memiliki kemampuan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia digital dan kehumasan.
Lomba Vlog Museum Siwalima Ambon merupakan ajang yang digelar oleh Museum Siwalima Ambon dengan tujuan untuk memperkenalkan keberagaman budaya Maluku dan mempromosikan museum sebagai tempat edukasi dan wisata budaya. Lomba ini diikuti oleh 35 peserta, meskipun pandemi Covid-19 sempat mempengaruhi jumlah peserta yang hadir, mengingat terbatasnya mobilitas karena Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Meskipun demikian, sebanyak 27 peserta tetap berpartisipasi, menghasilkan video-vlog yang kreatif dan informatif tentang Museum Siwalima.
Dalam kompetisi ini, Virginia Eunike Noya berhasil menempati posisi kedua dengan vlog yang mengangkat tema pentingnya melestarikan budaya dan menghidupkan kembali kunjungan ke museum di tengah kondisi pandemi. Vlog berjudul “Ayo Hidupkan Museum di Tengah Pandemi Covid-19” berhasil meraih 5.091 penayangan, 112 komentar, dan 1.623 netizen yang memberikan “likes” pada video tersebut, membuktikan antusiasme publik terhadap karya Virginia.
Vlog karya Virginia tidak hanya menampilkan kecakapan teknis dalam membuat video, tetapi juga menunjukkan pemahaman mendalam mengenai kondisi sosial dan budaya yang sedang terjadi di masyarakat, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Dalam videonya, Virginia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga semangat berkunjung ke museum meski di tengah keterbatasan sosial. Dengan cara yang menarik, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana alternatif dalam mengenal lebih dalam tentang kekayaan budaya yang dimiliki oleh Museum Siwalima.
Melalui vlog tersebut, Virginia berhasil menyampaikan pesan penting tentang pentingnya museum sebagai tempat belajar, berekreasi, dan melestarikan nilai-nilai sejarah. Di sisi lain, vlog ini juga memberikan gambaran tentang cara-cara kreatif untuk mengakses informasi budaya melalui platform daring, yang kini semakin relevan dengan perubahan gaya hidup masyarakat akibat pandemi.
Keberhasilan Virginia Eunike Noya tidak hanya sekadar meraih posisi kedua dalam lomba vlog ini, tetapi juga menambah daftar prestasi yang mengukuhkan mahasiswa IAKN Ambon sebagai bagian dari generasi muda yang peduli dengan pelestarian budaya. Di tengah perkembangan teknologi dan informasi yang pesat, karya Virginia menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkutat dengan teori-teori akademik, tetapi juga dapat berkontribusi dalam memanfaatkan media digital untuk tujuan yang lebih besar, yakni promosi budaya dan pendidikan.
Virginia adalah contoh nyata bagaimana mahasiswa Prodi Teologi IAKN Ambon tidak hanya berkompeten dalam bidang studi mereka, tetapi juga mampu berperan aktif dalam memanfaatkan teknologi untuk berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan. Kemampuan dalam menciptakan karya yang berbobot dan berharga ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa IAKN Ambon siap bersaing di berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik.
Lomba Vlog Museum Siwalima ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan dan mengenalkan budaya Maluku melalui media digital. Dengan mengikuti lomba ini, Virginia Eunike Noya turut serta dalam upaya tersebut, membawa pesan tentang pentingnya museum sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kebudayaan di tengah perubahan zaman.
Sebagai mahasiswa IAKN Ambon, Virginia telah memberikan contoh yang sangat baik bagi teman-temannya untuk lebih berani berkreasi dan memanfaatkan teknologi untuk kepentingan masyarakat. Ke depan, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang dapat mengikuti jejak Virginia, berinovasi dan menghasilkan karya-karya yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam hal pelestarian budaya dan promosi melalui platform digital.
Virginia Eunike Noya telah berhasil membuktikan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya terbatas pada bidang akademik, tetapi juga dalam kegiatan non-akademik seperti lomba vlog ini. Dengan meraih Juara II dalam Lomba Vlog Museum Siwalima Ambon, Virginia telah mengharumkan nama Prodi Teologi IAKN Ambon dan menunjukkan bahwa mahasiswa IAKN Ambon mampu memberikan kontribusi besar dalam dunia digital dan budaya. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkreasi, berinovasi, dan berperan aktif dalam memajukan budaya melalui teknologi.










